Pelatih Shakhtar Donetsk, Mircea Lucescu (REUTERS/Anatolii Stepanov)
VIVAbola – Shakhtar Donetsk tetap melangkah ke babak 16 besar Liga Champions meski tumbang 0-1 oleh Juventus, Rabu 5 Desember 2012 atau Kamis dini hari waktu Indonesia. Wakil Ukraina lolos setelah menempati posisi 2 klasemen Grup E dengan raihan 10 poin.
Sebagai runner-up, Shakhtar dipastikan bertemu dengan juara grup lain untuk memperebutkan tiket ke perempat final. Klub bermarkas di Donbass Arena ini berpeluang menghadapi lawan berat seperti Borussia Dortmund (Grup D), Bayern Munich (F), Barcelona(G), atau Manchester United (H).
Pelatih Shakhtar Mircea Lucescu sangat bangga mampu mengantarkan timnya tembus babak 16 besar. Hanya saja, pria kelahiran Romania, 67 tahun silam ini tetap menyimpan kecemasan. Ia mewaspadai lawan yang akan dihadapi di fase berikutnya.
“Kami bangga bisa lolos karena kami masih butuh pertandingan melawan tim berkualitas tinggi. Kami tidak gentar menghadapi tim manapun, tapi sedikit cemas kalau bertemuBarcelona,” ujar Lucescu seperti dilansir situs resmi UEFA.
Terkait kekalahan dari Juventus, Lucescu tetap puas dengan performa anak-anak asuhnya. Pelatih yang pernah menangani Inter Milan ini mengakui Juventus tampil lebih dominan. Juara bertahan Serie A itu pun lolos dengan predikat juara grup.
“Kami sudah melakukan yang terbaik dan saya berusaha memotivasi para pemain. Tapi, hasil itu cukup bagi kami. Juventus memang bermain dengan agresi dan tekad tinggi. Kami bahkan seperti gagal ujian dengan seorang professor,” tuturnya. (sj)
Sebagai runner-up, Shakhtar dipastikan bertemu dengan juara grup lain untuk memperebutkan tiket ke perempat final. Klub bermarkas di Donbass Arena ini berpeluang menghadapi lawan berat seperti Borussia Dortmund (Grup D), Bayern Munich (F), Barcelona(G), atau Manchester United (H).
Pelatih Shakhtar Mircea Lucescu sangat bangga mampu mengantarkan timnya tembus babak 16 besar. Hanya saja, pria kelahiran Romania, 67 tahun silam ini tetap menyimpan kecemasan. Ia mewaspadai lawan yang akan dihadapi di fase berikutnya.
“Kami bangga bisa lolos karena kami masih butuh pertandingan melawan tim berkualitas tinggi. Kami tidak gentar menghadapi tim manapun, tapi sedikit cemas kalau bertemuBarcelona,” ujar Lucescu seperti dilansir situs resmi UEFA.
Terkait kekalahan dari Juventus, Lucescu tetap puas dengan performa anak-anak asuhnya. Pelatih yang pernah menangani Inter Milan ini mengakui Juventus tampil lebih dominan. Juara bertahan Serie A itu pun lolos dengan predikat juara grup.
“Kami sudah melakukan yang terbaik dan saya berusaha memotivasi para pemain. Tapi, hasil itu cukup bagi kami. Juventus memang bermain dengan agresi dan tekad tinggi. Kami bahkan seperti gagal ujian dengan seorang professor,” tuturnya. (sj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar